Rektor Unkhair Beri Masukan RUU Pendidikan Dokter Ke Banleg DPR RI

 

 

 

 

Unkhair. Universitas Khairun kembali memfasilitasi kunjungan kerja Badan Legislasi Dalam Rangka Sosialisasi Prolegnas RUU Prioritas Tahun 2021. Kehadiran 10 Anggota Tim kerja Badan Legiskasi DPR RI ini diketuai oleh Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI H. Ach. Baddowi, S.Sos. M.Si disambut langsung oleh Rektor Universitas Khairun Prof. Dr. Husen Alting bersama Wakil Gubernur Maluku Utara, M. Al Yasin Ali, M.MT berserta FORKOMPIMDA.

Wakil Gubernur Maluku Utara M. Al Yasin Ali, M.MT dalam sambutannya mengatakan Selamat datang kepada seluruh Anggota Tim Badan Legislasi  DPR RI di Maluku Utara.  33  RUU yang hari ini disosialisasikan oleh Badan Legislasi. Bagi Pemerintah Daerah RUU ini nantinya dapat mewakili aspirasi masyarakat khususnya  masyarakat Maluku Utara, ungkap Ai Yasin. Diakhir sambuntannya M. Al Yasin Ali, M.MT berharap dalam pertemuan ini akan mendapat masukkan dari hadirin untuk pembobotan regulasi yang sedang dirancang.

Wakil Ketua Banleg H. Ach. Baddowi, S.Sos. M.Si  dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Rektor Unkhair atas kesediaannya menyambut dan memfasilitasi kegiatan sosialisasi ini. Dijelaskan Baddowi bahwa Badan Legislasi membentuk 3 tim kunjungan kerja sosialisasi prolegnas yakni Provinsi Daerah Istimewa Aceh, Provinsi Maluku Utara dan Provinsi Sulawesi Tenggara.  Kunjungan hari ini bertujuan untuk mensosialisasikan program legislasi RUU Tahun 2021 kepada seluruh komponen masyarakat.

Dalam audensi tersebut Rektor Unkhair Prof. Dr. Husen Alting memberikan masukkkan diantaranya terkait dengan RUU P3K, RUU yang berkaitan dengan masyarakat adat,  RUU terkait dengan daerah kepulauan dan RUU tentang pendidikan kedokteran.  Terkait dengan RUU pendidikan kedokteran, Husen Alting menyarankan perlu pada daerah daerah tertentu harus ada Afiirmasi, jika disamakan dengan  daerah Jawa maka tidak akan ada Fakultas Kedokteran di daerah termasuk Maluku Utara dan Papua.  Perlunya pembahasan yang lebih mendalam dengan masing masing RUU tersebut terutama yang punya kepentingan dengan Maluku Utara. Husen Alting juga menyatakan kesiapan untuk membantu untuk dilakukan uji publik UU yang ditetapkan.

Ditemui usai kegiatan Wakil Ketua Banleg H. Ach. Baddowi, S.Sos. M.Si  mengatakan RUU yang berkaitan langsung dengan Universitas Khairun yakni RUU Pendidikan Kedokteran. Dalam draf RUU Pendidikan Kedokteran salah satunya adalah perhatian khusus bagi daerah tertentu. Membuka Fakultas Kedokteran sangatlah mahal, kalau hanya dibebankan ke daerah dan disamakan plaformnya antara jawa dan luar jawa maka tidak bisa karena kebutuhan antara daerah berbeda, ungkap Baddowi. Diakhir wawancara Ach Baddowi berharap masyarakat baik Pemerintah Daerah dan Akademisi memberikan masukan masukan sehingga pada akhirnya setiap RUU yang akan ditetapkan menjadi UU yang senantiasa mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. (humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *