AMSA Universitas Khairun Berkontribusi Dalam AMSA District 6 Project And Gathering 2026 Melalui Edukasi Dan Aksi Kesehatan Masyarakat Pesisir

Makassar – Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun (FKIK Unkhair) yang tergabung dalam Asian Medical Students’ Association (AMSA)- Universitas Khairun turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan AMSA District 6 Project and Gathering 2026 program kerja AMSA-Indonesia yang diselenggarakan pada 18 hingga 19 April 2026 di Kota Makassar dan Pulau Samalona.

Adapun perwakilan dari AMSA-Universitas Khairun yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu A. Alifah Putri Khairunnisa sebagai Representative AMSA-Universitas Khairun, Sahlaa Nadim Ashila sebagai Treasurer AMSA District 6 Project and Gathering, Nurul Mujahidah sebagai anggota divisi Event, Alya Aulyah Kahar sebagai anggota divisi Finance and Sponsorship, serta Selvi Kurtina sebagai anggota divisi Logistic and Accommodation.

Kegiatan ini mengangkat tema “SDG 14: Life Below Water x Emergency and First Response” dengan judul BLUE: Building Life Saving Awareness for Underwater and Ecosystem Health”. Tema ini menekankan pentingnya keterkaitan antara kesehatan lingkungan laut dan kesehatan manusia, khususnya bagi masyarakat pesisir. Dimana hal ini sejalan dengan Visi Misi FKIK Unkhair.

Rangkaian kegiatan Project and Gathering, yaitu lecture dan social hour. Kegiatan lecture bertajuk “Understanding Ciguatera Fish Poisoning in Tropical Marine Food Systems” dilaksanakan pada Sabtu, 18 April 2026 di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh 10 AMSA-universitas District 6 AMSA Indonesia (AMSA-Unhas, AMSA-UHO, AMSA-Unkhair, AMSA-Unibos, AMSA- Unismuh, AMSA-UMI, AMSA- Untad, AMSA- Unsrat, AMSA- Unpatti, dan AMSA-Unisa) dan menghadirkan narasumber dari Rumah Sakit TNI AL Jala Ammari, yaitu Letkol Laut (K) dr. Hadi, M.K.K., MH.Kes, Sp.KL Subsp. P.H (K), FIHFAA, FISQua. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan edukasi terkait pencegahan dan penanganan penyakit akibat konsumsi ikan yang terkontaminasi toksin di wilayah tropis, khususnya dalam perspektif kedokteran kelautan dan hiperbarik.

Sebagai bentuk implementasi dari ilmu yang telah diperoleh, kegiatan dilanjutkan dengan social hour pada Minggu, 19 April 2026 di Pulau Samalona yang menyasar masyarakat pesisir. Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya melakukan pemeriksaan kesehatan seperti kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat, tetapi juga memberikan edukasi langsung kepada masyarakat terkait risiko kesehatan yang berkaitan dengan lingkungan laut, termasuk keamanan konsumsi hasil laut serta pentingnya deteksi dini penyakit.

Pendekatan ini mencerminkan penerapan prinsip kedokteran kelautan dan hiperbarik secara sederhana di masyarakat, di mana peserta mengintegrasikan pengetahuan dari lecture ke dalam praktik promotif dan preventif melalui interaksi langsung dengan masyarakat pesisir.

Kontribusi AMSA-Universitas Khairun dalam kegiatan ini tidak hanya sebagai panitia dalam berbagai divisi strategis, tetapi juga terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan lapangan, edukasi kesehatan, serta pelayanan pemeriksaan kepada masyarakat pesisir.

Kegiatan ini sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals poin 14, yaitu Life Below Water, yang menekankan pentingnya menjaga ekosistem laut sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan manusia secara menyeluruh.

Dalam kesempatan tersebut, narasumber juga menyampaikan bahwa “Sebagai negara maritim, peningkatan pemahaman tentang kesehatan kelautan menjadi kunci dalam melindungi kesehatan masyarakat pesisir,” ujar dr. Hadi. Pesan ini menegaskan pentingnya peran edukasi dan aksi nyata dalam menjaga keterkaitan antara kesehatan lingkungan laut dan kesehatan manusia secara berkelanjutan.

 

Dokumentasi :

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *